Dantegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. " (QS Ar Rahman : 7-9) Keadilan dan moderat (wasathon) merupakan karakteristik peradaban islam yakni moderat dan adil antara dua sudut yang saling berhubungan, memberikan fungsinya, dan menjaganya satu sama lain agar tidak saling bertabrakan. PerjanjianAllah yang lama kepada Abraham adalah sama dengan perjanjian Allah kepada kita yang hidup pada akhir zaman. Kepada Abraham, Tuhan telah menjanjikan suatu negeri yang akan menjadi milik pusakanya turun-temurun (Kejadian 15:1-21). Kepada kita firman yang sama itu telah berkata bahwa bumi kita yang sekarang ini telah dipelihara bagi 2GfVv1. 2 menit Ternyata, Rasulullah pernah memberikan kisi-kisi’ mengenai lama seseorang akan hidup di Surga. Untuk mengetahui ulasan lengkapnya, silakan simak uraian berikut ini. Dalam kepercayaan beragama, termasuk Islam, setelah kehidupan di dunia, manusia akan menuju akhirat. Di akhirat, manusia akan ditempatkan di antara dua tempat, pertama surga dan kedua neraka. Surga dipercaya adalah tempat bagi mereka yang mengerjakan kebajikan di dunia. Sementara neraka ialah tempat akhir penuh siksa untuk para durja di dunia. Berbicara surga, Islam menggambarkannya sebagai tempat akhir yang penuh nikmat tiada tara. Namun, pernahkah kamu tahu, berapa lama waktu kita berada di surga? Apakah benar-benar kekal? Atau ada batas waktu tertentu, seperti manusia hidup di dunia? Jawabannya pasti, sejatinya hanya Allah yang tahu, sebab Dia yang Maha Tahu dan Maha Pencipta. Akan tetapi, dalam sebuah hadis, Rasulullah sempat memberikan kisi-kisi’ mengenai berapa lama seorang akan berada di surga. Lebih lengkapnya, kami akan ulasan di bawah ini… Lama Manusia Hidup di Surga Melansir laman di dalam kitab Mawaidz Ushfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri menyebutkan, Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadis, ihwal lama manusia berada di surga. Hadis itu berbunyi ”Ketika para penghuni surga sudah masuk di dalamnya maka akan terdengar seruan, ’Di tempat ini kalian akan hidup dan tak akan pernah mati selamanya’. Kalian akan sehat terus dan tak akan pernah sakit selamanya. Kalian akan selalu muda dan takkan pernah tua selamanya. Kalian akan senantiasa bersenang-senang dan tak akan pernah sedih untuk selama-lamanya’.” Hadis di atas menyiratkan jika manusia akan hidup di surga selama-lamanya. Namun, tak sembarangan manusia bisa mendapatkan surga. Ada syarat mutlak yang harus dipenuhi, yakni bertakwa kepada Allah. Sesuai salah satu ayat di dalam Al-Qur’an. “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” QS. Ali Imran 133 Apakah Manusia Berdosa Akan Masuk Neraka Dulu Sebelum ke Surga? Pertanyaan lain yang sering muncul dibenak kita adalah apakah manusia yang masuk ke surga, akan melewati neraka terlebih dulu? Jika demikian neraka merupakan tempat untuk membersihkan dosa kita selama di dunia. Melansir laman hal tersebut mungkin benar adanya. Sebab, ada beberapa hadis yang menyebut, setiap orang yang mempunyai iman akan masuk surga secara bertahap. Artinya, seseorang itu akan masuk neraka dulu untuk dosa-dosanya di dunia, setelah habis masa siksanya, Allah akan masukan ia ke dalam surga. Sesuai hadis yang berbunyi “Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, dari Nabi saw, ia bersabda Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala memerintahkan Keluarkan dari neraka orang-orang yang dalam hatinya ada iman seberat biji sawi. Maka dikeluarkanlah mereka dari neraka yang warna badannya benar-benar hitam, lalu dimasukkan kedalam sungai hidup atau sungai kehidupan, lalu tumbuhlah mereka seperti biji yang tumbuh setelah air bah, adakah engkau tidak melihatnya, sesungguhnya ia keluar bewarna kuning yang melilit.” [HR. al-Bukhari dan Muslim] Namun demikian, kita sungguh tak pernah tahu, mengenai kehidupan surga; diskusi mengenai lama hidup di surga hingga narasi masuk neraka dulu sebelum masuk surga merupakan ilmu Allah. Manusia di dunia pada saat ini, hanyalah bertugas untuk mengimani dan berusaha untuk menaati segala perinah Yang Maha Kuasa. *** Semoga bermanfaat, Sahabat 99. Baca ulasan menarik lainnya di Berita Indonesia. Dapatkan rekomendasi hunian terbaik hanya di Cek sekarang juga! SURGA dan neraka merupakan tempat terakhir dari perjalanan hidup manusia dari dunia hingga akhirat kelak. Surga berisi kenikmatan-kenikmatan yang disuguhkan bagi orang beriman dan bertakwa yang diridhoi Allah. Sedangkan, neraka sebaliknya. Dalam Alquran digambarkan bahwa surga itu seluas langit dan bumi. سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ “Berlomba-lombalah kamu kepada mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” QS Al Hadid 21 BACA JUGA Ketika Heraklius Bertanya Dimana Neraka, Ini Jawaban Nabi Muhammad SAW Lantas, bagaimana dengan neraka? Seluas apakah tempatnya? Roidah Bakri menjelaskan dalam bukunya berjudul Gambaran Neraka menurut Alquran dan Hadits, bahwa luas neraka tidak bisa dibandingkan dengan luasnya bumi atau dunia. Sebab, Allah menegaskan neraka dan surga luasnya tidak bisa dinalar oleh akal manusia. Akan tetapi, manusia wajib memercayai keberadaan dan segala hal tentang neraka. Jadi, an-Naar neraka memiliki area yang amatlah luas yang daya tampungnya tidak akan pernah penuh meskipun dimasuki oleh orang-orang yang berdosa dari masa Nabi Adam sampai mereka yang meninggal pada hari Kiamat kelak. Ini seperti yang ditegaskan dalam Alquran. يَوْمَ نَقُوْلُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَـْٔتِ وَتَقُوْلُ هَلْ مِنْ مَّزِيْدٍ “Ketika Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?” QS Qaf 30 Dari ayat tersebut terlihat neraka masih tetap menerima atau malah menanyakan masih adakah yang bisa mengisinya karena luasnya yang tak akan penuh apabila diisi terus-menerus. Meskipun diisi oleh seluruh jin dan manusia yang berdosa dari amsa awal manusia diciptakan-Nya sampai hari Kiamat nanti. BACA JUGA 7 Pintu Gerbang Neraka Mengenai neraka, Rasulullah pernah mendeskripsikan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah. Dia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah, tiba-tiba kami mendengar sesuatu yang jatuh lalu beliau bersabda, “Tahukah kalian apakah itu?” Kami para sahabat menjawab, “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Ini adalah sebuah batu yang dilemparkan dari atas an-Naar sejak 70 tahun yang lalu dan sekarang batu itu baru sampai di dasarnya.” HR Muslim Dari hadits tersebut digambarkan sangat dalam neraka, bahkan batu yang dilemparkan dari tepi an-Naar baru sampai ke dasarnya setelah 70 tahun lamanya. Sesungguhnya, hanya Allah yang tahu berapa dalamnya neraka itu. [] Referensi Gambaran Neraka menurut Alquran dan Hadits/Karya Roidah Bakri/Penerbit Gramedia/Tahun 2018