Takutlah akan Su'ul Khatimah! Seorang Muslim tentunya menginginkan kematian yang mudah dan damai. Husnul khatimah, bukan su'ul khatimah. Kematian pasti akan terjadi pada setiap orang. Alquran mengajarkan, ada dua keadaan manusia ketika rohnya keluar dari jasadnya. Yang pertama dijelaskan dalam surah an-Nahl ayat 32.
Penjelasan Husnul Khotimah: Arti dan Tanda-Tandanya. Husnul Khotimah: Kisah NYATA Kematian Husnul Khotimah yang Menyentuh Hati - Poster Dakwah Yufid TV - YouTube. Arti Khusnul Khotimah dan Husnul Khatimah Termasuk Doa untuk Orang Meninggal Lengkap Arti dan Latin - Bangkapos.com. Pengertian dan Tanda Orang Meninggal Dunia Husnul Khatimah
Saudaraku perlu kiranya engkau tahu bahwa su'ul khotimah (mati dalam keadaan buruk) memiliki sebab yang seharusnya setiap orang menjauhinya. Sebab utama adalah karena berpaling dari agama Allah. Hal ini dapat berupa berpaling dari istiqomah, lemahnya iman, rusaknya i'tiqod (keyakinan), dan terus menerus dalam maksiat.
Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS Jumu'ah : 8). Jika sudah saatnya, kematian pasti akan terjadi.
Kisah nyata kematian gembong narkoba Freddy Budiman akhirnya terkuak setelah dieksekusi di Pulau Nusakambangan, pada Jumat 29 Juli 2016 silam. Tak hanya dirinya, sejumlah terpidana mati lainnya seperti Gajetan Acena Seck Osmane (Afrika Selatan), Humprey Ejike dan Michael Titus Igweh (Nigeria), juga ikut meregang nyawa di hadapan regu tembak.
Ulama-Ulama Besar yang Didatangi Setan Saat Sakaratul Maut. Shiddiq Hasan Khan menceritakan tentang su'ul khatimah, " Su'ul khatimah memiliki sebab-sebab yang harus diwaspadai oleh seorang mukmin." Kemudian beliau menyebut sebab-sebab dimaksud sebagai berikut: 1. Kerusakan dalam akidah, walaupun disertai zuhud dan kesalehan yang sempurna.
Kematian seseorang dalam kondisi junub tidak menunjukkan lemahnya agama atau su'ul khotimah (akhiran yang jelek), selama dia junub dikarenakan perbuatan mubah (boleh), seperti: berhubungan dengan istri atau mimpi basah. dan dimandikan oleh para malaikat melalui kisah yang amat terkenal yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, dan yang lainnya
HusnulKhatimah (akhir yang baik) dan Su`ul Khatimah (akhir yang buruk) adalah dua keadaan manusia ketika meninggalkan dunia yang fana ini. Berakhirnya kehidupan manusia di dunia ini adalah dengan datangnya kematian, dan putusnya hubungan dengan dunia, kemudian bangkit dari kuburnya dan berkumpul di hari kiamat kelak. Pada saat manusia berada dalam keadaan sakaratul maut, itulah []
KISAHNYATA :ANTARA DUA PILIHAN, KEMATIAN HUSNUL KHATIMAH ATAU SU'UL KHATIMAH KISAH ISLAMI. Seorang Syeikh hafizhullah pernah bercerita: Seseorang memperlihatkan sebuah foto kepadaku. "Jika aku mati, maka janganlah kalian bersedih atasku, karena aku menyerahkan semua yang kukerjakan ini untuk Allah, sebab aku mengajarkan ilmu."
Bukhari dan Muslim). Baca juga: 15 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Asyura 10 Muharram. Hadist tersebut sudah menjelaskan, bahwa dengan kita bersedekah dapat membawa keberkahan. Jika niat kita tulus lillahi ta'ala Insya Allah sedekah sekecil apapun akan diganti oleh Allah lebih dari itu. Sesuai dengan Alqur'an Surat Al-Baqarah:261, Allah
iRHs2vY. Kisah Nyata Mengharukan, Mati Khusnul Khotimah Saat hampir wafat, Alla bin Ziyad menangis dan ia ditanya, โApa yang membuat Anda menangis?โ Ia menjawab, โDemi Alloh, aku ingin menyambut maut dengan taubat.โ Orang-orang berkata, โLakukanlah, semoga Alloh memberi rahmat kepadamu. โDia meminta untuk bersuci dan berpakaian baru, lalu ia menghadap kiblat lalu memberi isyarat dengan kepalanya dua kali dan menelentangkan badan kemudian meninggal dunia. Mushโab bercerita, โKetika sakit Amir bin Abdullah bin Zubair bin Awwam mendengar suara adzan lalu dengan langkah yang berat -karena sakit- meminta untuk dituntun dengan berkata,โ Peganglah tanganku,โ Dia masuk masjid bersama imam lalu rukuโ sekali, setelah itu ia meninggal dunia. Inilah Renungan untuk kita Dalam kenyataannya ada dua macam akhir hidup, yaitu akhir hidup yang baik atau husnul-khotimah dan akhir hidup yang buruk atau suโul-khotimah. Husnul-khotimah adalah akhir kehidupan seseorang yang beriman kepada Alloh dan percaya pada hari berbangkitnya manusia dengan bermodalkan taqwa. Jadi iman dan taqwa adalah faktor utama untuk menuju husnul-khotimah. Dan ketaqwaan yang berujud amal sholih itu adalah wujud dari keimanan. Contoh husnul-khotimah adalah seseorang yang mati dalam memperjuangkan kalimat Alloh atau sesorang yang akhir amalannya dalam taat pada Alloh. Rasululloh shallAllohu alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, โSiapa saja yang mengucapkan Laa ilaaha illaLlaahโ pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Alloh , maka ia akan masuk surga. Siapa saja yang berpuasa pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Alloh , maka dia akan masuk surga. Dan siapa saja yang bersedekah pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Alloh, maka ia akan masuk surga. โ HR Ahmad V/391. Ketika hampir wafat, Amir bin Abdullah menangis dan berkata, โPada saat kematian seperti ini seyogyanya orang-orang mau mengambil pelajaran agar dapat beramalsholih. Ya Alloh, hamba mohon ampunanMu atas segala dosa hamba. Hamba bertaubat dari segala dosa. Laa ilaaha illaLlaah.โ Begitulah yang ia ucapkan terus menerus hingga ia meninggal dunia. Sudah waktunya kita untuk segera beramal, jangan sampai kita menyesal. Al-Hasan berkata, โMengherankan. Orang masih sempat tertawa padahal di belakangnya ada kobaran api neraka, dan masih sempat-sempatnya bersenang-senang padahal kematian dari belakangnya โ SUMBER
Dalam Al-Qurโan, pesan kepada tiap orang mukmin agar teguh berislam hingga akhir hayat sangatlah tegas. Seruan tersebut dimulai dengan perintah agar mereka bertakwa semaksimal mungkin. Allah berfirman ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุงุชูููููุง ุงูููููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ูููุง ุชูู
ููุชูููู ุฅููุง ููุฃูููุชูู
ู ู
ูุณูููู
ูููู Artinya, โHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islamโ QS. Ali Imran [3] 102. Pada penggalan akhir ayat tersebut wa lรข tamรปtunna illรข wa antum muslimรปn Allah memerintahkan kepada kita agar mati dalam keadaan beragama Islam. Manusia sendiri tidak akan mampu menjadikan dirinya tetap dalam agama Islam karena pada hakikatnya husnul khatimah ataupun suโul khatimah baik atau buruknya akhir hidup manusia adalah kuasa Allah subhanahu wataโala. Oleh karenanya Allah memberikan jalan kepada manusia sebagai ikhtiar memperoleh predikat mati husnul khatimah/membawa agama Islam. Disebutkan dalam kitab karya Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam karyanya, Nashaihu Ad-Diniyah, menjelaskan beberapa hal yang sering menjadi sebab seseorang memungkasi kehidupan di dunia dengan keburukan suโul khatimah. Beliau berkata ูุงุนูู
ุงููููู ูููุซูููุฑูุง ู
ูุง ููุฎูุชูู
ู ุจูุงูุณููููุกู ูููููุฐููููู ููุชูููุงูููููููู ุจูุงูุตููููุงุฉู ุงููู
ูููุฑูููุถูุฉู ููุงูุฒููููุงุฉู ุงููููุงุฌูุจูุฉู ููุงูููุฐููููู ููุชูุชูุจููุนููููู ุนูููุฑูุงุชู ุงููู
ูุณูููู
ููููู ููุงูููุฐููููู ููููููุตููููู ุงููู
ูููููุงูู ููุงููู
ูููุฒูุงูู ููุงูููุฐููููู ููุฎูุฏูุนููููู ุงููู
ูุณูููู
ููููู ููููุบูุดูููููููู
ู ููููููุจูุณููููู ุนูููููููู
ู ูููู ุงูู
ูููุฑู ุงูุฏูููููู ููุงูุฏูููููุง ููุงูููุฐููููู ููููุฐููุจููููู ุงูููููููุงุกู ุงูููู ููููููููุฑููููู ุนูููููููู
ู ุจูุบูููุฑู ุญูููู ููุงูููุฐููููู ููุฏูุนููููู ุงูุญูููุงูู ุงููุงูููููููุงุกู ููู
ูููุงู
ูุงุชูููู
ู ู
ููู ุบูููุฑู ุตูุฏููู ููุงูุดูุจููู ุฐููููู ู
ููู ุงููุงูู
ูููุฑู ุงูุดููููููุนูุฉู โKetahuilah bahwa kebanyakan suโul khatimah adalah bagi orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat, mencari-cari aib Muslimin yang lain, mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya, mengaku dirinya berada pada derajat kewalian kekasih Allah tanpa adanya pembenaran, dan sebagainya,โ Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad, Nashaihu Ad-Diniyah, Haramain, hal. 7. Pertama, meremehkan kewajiban shalat dan zakat. Shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal. Perintah shalat menjadi kewajiban pertama yang harus dijalankan sekaligus amal manusia pertama yang akan dihisab. Jika meremehkannya saja adalah sebuah dosa apalagi dengan sengaja meninggalkan. Sebagaimana firman Allah ูููููููู ููููู
ูุตููููููู ูค ุงูููุฐูููู ููู
ู ุนููู ุตููุงุชูููู
ู ุณูุงููููู ูฅ โMaka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya,โ QS. Al-Maโun[107] 4-5. ูููู ุฅููููู
ูุง ุฃูููุง ุจูุดูุฑู ู
ูุซูููููู
ู ูููุญูู ุฅูููููู ุฃููููู
ูุง ุฅูููููููู
ู ุฅููููู ููุงุญูุฏู ููุงุณูุชููููู
ููุง ุฅููููููู ููุงุณูุชูุบูููุฑูููู ูููููููู ููููู
ูุดูุฑูููููู ูฆุงูููุฐูููู ูุง ููุคูุชูููู ุงูุฒููููุงุฉู ููููู
ู ุจูุงูุขุฎูุฑูุฉู ููู
ู ููุงููุฑูููู ูง โKatakanlah bahwa Aku Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha-Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan celaka besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat,โ QS Fushilat[41] 6-7. Pada ayat tersebut di atas terdapat kata โwailโ yang artinya celakalah. Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang dengan sadar meremehkan atau bahkan meninggalkan shalat dan zakat baginya adalah kerugian. Dan kerugian bagi seorang muslim adalah ketika mendapatkan siksaan dari Allah subhanahu wataโala. Sebagaimana tertuang dalam artikel sebelumnya, ada 15 siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Tiga di antaranya adalah siksaan ketika meninggal dunia. Hal ini menguatkan pendapat Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad bahwa meremehkan kewajiban shalat dan zakat adalah salah satu sebab akhir kehidupan yang tidak baik suโul khatimah. Kedua, suka mencari-cari aib muslimin. Biasanya orang-orang yang sibuk dengan urusan orang lain akan lupa dengan urusannya sendiri. Begitu juga ketika sibuk mencari keburukan orang lain maka keburukannya sendiri pun terlupakan. Ia tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam maksiat dan dosa, hingga akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertobat. Naudzu billah min dzรขlik. Larangan ini terdapat dalam firman Allah subhanahu wataโla. ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุงุฌูุชูููุจููุง ููุซููุฑูุง ู
ููู ุงูุธููููู ุฅูููู ุจูุนูุถู ุงูุธููููู ุฅูุซูู
ู ูููุง ุชูุฌูุณููุณููุง ูููุง ููุบูุชูุจู ุจูุนูุถูููู
ู ุจูุนูุถูุง ุฃูููุญูุจูู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุฃููู ููุฃููููู ููุญูู
ู ุฃูุฎูููู ู
ูููุชูุง ููููุฑูููุชูู
ูููู ููุงุชูููููุง ุงูููููู ุฅูููู ุงูููููู ุชููููุงุจู ุฑูุญููู
ู ูกูข โHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha-Penerima tobat lagi Maha-Penyayang,โ QS. Al-Hujarat[49] 12. Ketiga, mengurangi takaran dan timbangan. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup sendiri. Semua saling membutuhkan dalam segala hal. Perdagangan merupakan salah satu bentuk kerja sama agar manusia bisa bertahan hidup. Dalam transaksi tersebut ada kondisi saling memberi keuntungan. Oleh karenanya Islam melarang adanya kecurangan dan penipuan dalam berdagang. ูููููู ููููู
ูุทููููููููู ูก ุงูููุฐูููู ุฅูุฐูุง ุงููุชูุงูููุง ุนูููู ุงููููุงุณู ููุณูุชูููููููู ูข ููุฅูุฐูุง ููุงูููููู
ู ุฃููู ููุฒููููููู
ู ููุฎูุณูุฑูููู ูฃ โKecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi,โ QS. Al-Muthaffifin [83] 1-3. Jika kecurangan terus-menerus dilakukan maka selama hidupnya pula ia makan dari hasil yang tidak halal. Dengan demikian ia akan mati dalam keadaan membawa harta benda yang haram dan beban dosa terhadap saudaranya. Keempat, menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia. Seringkali kepentingan duniawi melenakan banyak orang di mana saja. Hanya karena dunia, kadang seseorang rela menempuh segala cara, termasuk melalui jalur yang batil. Kecurangan dan penipuan merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar yang sama, yakni kepentingan duniawi. Bahkan, bagi mereka yang sudah dibutakan, agama pun bisa berubah sekadar alat untuk memperoleh keuntungan, baik berupa harta, pujian, ketenaran, maupun pangkat. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Taโlim al-Mutaโallim pada bab niat, โBanyak amal akhirat menjadi amal dunia dikarenakan niat yang jelek.โ Jika hal ini terus-menerus dikerjakan hingga ajal menjemput maka ia tidak hanya dosa atas kezaliman terhadap orang lain, lebih jauh ia berdosa atas nama agama. ู
ููู ููุงูู ููุฑููุฏู ุงููุนูุงุฌูููุฉู ุนูุฌููููููุง ูููู ูููููุง ู
ูุง ููุดูุงุกู ููู
ููู ููุฑููุฏู ุซูู
ูู ุฌูุนูููููุง ูููู ุฌููููููู
ู ููุตููุงููุง ู
ูุฐูู
ููู
ูุง ู
ูุฏูุญููุฑูุง ูกูจ โBarangsiapa menghendaki kehidupan sekarang duniawi maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir,โ QS. Al-Isra[17] 18. Kelima, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya. Jika melihat sejarah Islam, perjuangan para utusan selalu dihadapkan dengan para penolak ajarannya, baik perseorangan maupun golongan. Hal ini tidak berhenti di zaman Rasul, sahabat, tabiโin, hingga para ulama kekasih Allah yang datang belakangan. Hingga saat ini tantangan demi tantangan silih berganti terjadi pada pejuang di jalan Allah mulai dari tingkat kepercayaan, fitnah, iri, dengki, sampai pada penolakan dan perlawanan. Orang yang mengingkari utusan Allah berarti ia menyakitinya. Siapa yang menyakiti utusan Allah sama juga ia menyakiti Allah subhanahu wataโala. Maka lakanat Allah-lah yang lebih pantas untuk mereka. ุฅูููู ุงูููุฐูููู ููุคูุฐูููู ุงูููููู ููุฑูุณูููููู ููุนูููููู
ู ุงูููููู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉู ููุฃูุนูุฏูู ููููู
ู ุนูุฐูุงุจูุง ู
ููููููุง ูฅูง ููุงูููุฐูููู ููุคูุฐูููู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ููุงููู
ูุคูู
ูููุงุชู ุจูุบูููุฑู ู
ูุง ุงููุชูุณูุจููุง ููููุฏู ุงุญูุชูู
ููููุง ุจูููุชูุงููุง ููุฅูุซูู
ูุง ู
ูุจููููุง ูฅูจ โSesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat. Maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata,โ QS. Al-Isra[17] 18. Jika mereka mati sebelum bertobat, maka mereka mati dalam keadaan terlaknat. Semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang dijaga dari mati suโul khatimah. Jaenuri, Dosen Fakultas Agama Islam UNU Surakarta
Jakarta - Ada suatu kisah tentang seorang ahli ibadah yang meninggal dalam keadaan buruk atau su'ul khatimah. Orang ini memilih berniat berbuat durhaka di akhir ini diceritakan Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam buku Al-Khauf min Su'il Khaatimah dan diterjemahkan oleh Matsuri Irham dan Abdul pada zaman dahulu hiduplah dua bersaudara. Satu di antaranya terkenal sebagai ahli ibadah dan satu lainnya lebih senang berfoya-foya dan menuruti semua hawa nafsunya. Pada suatu ketika, si ahli ibadah ingin mengikuti hawa nafsunya untuk menghibur diri dalam mengisi waktu luangnya sejenak, karena hampir sepanjang hidupnya ia habiskan untuk beribadah. Setelah itu ia akan bertaubat karena mengetahui bahwa Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."Aku ingin turun ke tempat saudaraku di lantai bawah rumah ini dan bermain bersamanya memperturutkan hawa nafsu dan menikmati berbagai kesenangan duniawi barang sejenak untuk mengisi waktu luang. Setelah itu, akau bertaubat dan menyembah Allah SWT semata dalam sisa umurku," katanya dalam ibadah itu pun turun dari ruangannya dengan niat tersebut. Sementara itu, saudaranya yang tadinya berfoya-foya dan menuruti hawa nafsunya memiliki keinginan mengatakan, "Sungguh aku telah menghabiskan seluruh usiaku dalam kedurhakaan kepada Allah SWT. Saudaraku yang ahli ibadah itu akan masuk surga, sedangkan aku akan masuk neraka. Demi Allah aku akan bertaubat dan naik ke lantai dua rumah ini untuk menyusul saudaraku itu lalu beribadah bersamanya dalam sisa umurku. Semoga Allah SWT berkenan mengampuniku."Ia pun naik ke lantai dua dengan niat bertaubat, sedangkan saudaranya yang ahli ibadah turun ke lantai satu dengan niat berbuat durhaka. Di tangga itu, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh menimpa saudaranya yang akan naik ke lantai dua. Hal ini mengakibatkan keduanya meninggal dunia Mahmud Al-Mishri mengatakan, dalam hal ini pada hari kiamat nanti si ahli ibadah akan dikumpulkan sesuai niatnya untuk berbuat durhaka, sedangkan saudaranya akan dikumpulkan dengan niatnya untuk sebuah riwayat yang menyebut bahwa amal perbuatan seseorang tergantung pada apa yang terakhir ia perbuat sebelum ajalnya. Rasulullah SAW bersabda,ููุฅููููู
ูุง ุงูุฃูุนูู
ูุงูู ุจูุงููุฎูููุงุชููู
ูArtinya "Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung yang terakhir." HR Bukhari Simak Video "4 Tempat di Dunia yang Disebut Sebagai 'Gerbang Neraka' " [GambasVideo 20detik] kri/lus