Dampakperbaikan proses produksi baru-baru ini terhadap biaya per unit di departemen pemrosesan. Jadwal kuantitas juga menjadi pedoman dalam menyiapkan dua bagian lainnya dari laporan biaya produksi. 2. Biaya per bagian unit. Pada bagian ini, biaya per unit ekuivalen dihitung. Dalam metode rata-rata tertimbang, hal itu dilakukan dengan Laporanbiaya produksi metode average harus dibuat per 2 departemen dan 3 departemen. Laporan biaya produksi metode average dan metode fifo diperkenan dipergunakan dalam menentukan harga pokok produksi. Unit ekuivalen pada metode rata-rata tertimbang tidak membedakan antara produk dalam proses awal dan produk masuk proses periode berjalan. Contohlaporan biaya produksi 2 departemen akan saya berikan pada kesempatan kali ini ya. Metode Harga Pokok Proses Ppt Download From slideplayer.info. Contoh laporan pertanggungjawaban kegiatan qurban Contoh laporan realisasi anggaran sektor publik Contoh laporan singkat tentang selokan Contoh laporan praktikum tentang uji makanan. PERUSALAPORAN DEPERTEME UNTUK BU 1 SKUDEL PRODUKSI BBL Produksi dalam proses awal 90% Unit yang dimasukkan dalam proses Ditrasfer ke departemen perakitan Produk dalam proses akhir 100% 2 BIAYA YANG DIBEBANKAN KE DEPARTEMEN Total Biaya persediaan awal : BBL 8,010,000 TKL 1,750,000 OP 790,000 total biaya persesiaan awal 10,550,000 biaya Susunlahlaporan Harga Pokok Produksi masing-2 departemen. 1 Biaya bahan baku 700kg 100 x 300kg 1000kg Rp 3750050 Biaya bahan penolong 700kg 100 x 300kg 1000kg Rp 2250050 Biaya tenaga kerja 700kg 60 x 300kg 880kg Rp 44000-Rp50Biaya overhead pabrik 700kg 60 x 300kg 880kg Rp 52800-Rp60 Rp156800Dengan demikian harga pokok produk selesai yang Menggunakankalkulasi biaya proses dengan metode FIFO pada 2 departemen produksi yang dimiliki yaitu Departemen Cutting dan Assembly. Contoh laporan biaya produksi metode average. Biaya ditambahkan ke produksi selama Mei Biaya bahan 368600 Biaya konversi 350900 Total biaya ditambahkan ke dept. Unit dalam proses awal periode tingkat penyelesaian. Contohlaporan biaya produksi 2 departemen dalam perusahaan manufaktur menjadi materi sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan. Process costing adalah langkah yang dilakukan perusahaan untuk mengalokasikan biaya produksi ke masing-masing produk jadi dan produk dalam proses. Adapun kartu biaya pesanan sebagai berikut: Contohsoal akuntansi biaya 2 departemen mode pemasaran. Penggunaan teknologi internet memungkinkan kita untuk melakukan kegiatan perdagangan selama 24 jam sehari 7 hari. Pada bulan november 2018 perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak brosur sebanyak 5000 lembar dari cv kinanti dengan harga yang dibebankan adalah rp2500 per lembar Definisilaporan biaya produksi adalah laporan yang memuat informasi tentang penggunaan aliran kas keluar dalam proses pembebanan biaya. Biaya produk akan dipergunakan untuk membuat barang jadi dan produk dalam proses menyesuaiakan tingkat penyelesaian barang yang dikehendaki oleh perusahaan. Laporan biaya produksi dapat dibuat 2 departemen dan 3 departemen menyesuaikan aturan perusahaan. Biayaproduksi Departemen B Unsur biaya produksi Total biaya Unit ekuivalen Biaya produksi per unit BIAYA BAHAN BAKU BIAYA TENAGA KERJA Rp.585 21 + (9 x 40%) = 24 00 Rp, BIAYA OVERHEAD Rp.702 21 + (9 x 40%) = 24 Rp, total Rp, 2. 3. $68. 14. 29. Buatlah laporan produksi bulan November untuk departemen pemotongan dan pembentukan. zN9C. Slides 14 Download presentation METODE HARGA POKOK PROSES MELALUI DUA DEPARTEMEN PRODUKSI Melalui Lebih dari Satu Departemen Harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama terdiri dari Biaya produksi yang dibawa dari departemen sebelumnya Biaya produksi yang ditambahkan dalam departemen setelah departemen pertama Contoh PT Beruang Madu memeliki 2 departemen produksi, departemen A dan departemen B untuk menghasilkan produknya. Dimasukkan dalam proses Produk selesai yg di tf ke dep B Produk selesai yg di tf ke gudang Produk dalam proses khir bulan Biaya yg dikeluarkan bulan Januari 2014 biaya bahan baku Biaya Tenaga Kerja biaya overhead pabrik Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir Biaya bahan baku Biaya konversi Dep A 35. 000 kg 30. 000 kg Dep B 5. 000 kg 24. 000 kg 6. 000 kg Rp 70. 000 Rp 155. 000 Rp 248. 000 Rp 270. 000 Rp 405. 000 100% 20% 50% - Perhitungan Harga Pokok Produksi per satuan Departemen A Unsur biaya produksi bahan baku Total biaya Unit ekuivalensi Biaya produksi/kg 70. 000 30. 000+5000 x 100%=35. 000 Rp 2 tenaga kerja 155. 000 30. 000+5000 x 20%=31. 000 Rp 5 overhead pabrik 248. 000 30. 000+5000 x 20%=31. 000 Rp 8 Total Rp 473. 000 Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke dep B 30. 000 kg x Rp 15 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir BBB 100% x 5000 x Rp 2 Rp 10. 000 BTK 20% x 5000 x Rp 5. 000 BOP 20% x 5000 x. Rp 8. 000 Jumlah biaya produksi departemen A bulan Januari 2014 473. 000 Rp 15 Rp 450. 000 Rp 23. 000 Rp Jurnal pencatatan biaya produksi departemen A Ø Mencatat biaya bahan baku BDP – BBB Dep A Rp 70. 000 persediaan BB Ø Ø Mencatat biaya tenaga kerja BDP – BTK Dep A Gaji dan Upah Rp 155. 000 Mencatat biaya overhead pabrik BDP – BOP Dep A Rp 248. 000 Berbagai Rekening di kredit Rp 70. 000 Rp 155. 000 Rp 248. 000 Ø Mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke dep B BDP – BBB Dep B Rp 450. 000 BDP – BBB Dep A Rp 60. 000 BDP – BTK Dep A Rp 150. 000 BDP – BOP Dep A Rp 240. 000 Mencatat harga pokok persediaan produk dalam proses yg diolah dalam dep A persediaan BDP Dep A Rp 23. 000 BDP – BBB Dep A Rp 10. 000 BDP – BTK Dep A Rp 5. 000 BDP – BOP Dep A Rp 8. 000 PT Beruang Madu Laporan Biaya Produksi Departemen A Bulan Januari 2014 Data Biaya Produksi Dimasukkan dalam proses Produk jadi yg ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir Jumlah produk yang dihasikan Biaya yg dibebankan Departemen A bulan Januari 2014 Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Jumlah 35. 000 kg 30. 000 kg 5. 000 kg 35. 000 kg Total Rp 70. 000 Rp 155. 000 Rp 248. 000 Rp 473. 000 Per Kg Rp 2 Rp 5 Rp 8 Rp 15 Perhitungan Biaya Harga pokok produk jadi yg ditransfer ke Dep B Rp 450. 000 30. 000 kg x Rp 15 Harga Pokok persediaan produk dalam proses akhir Biaya Bahan Baku Rp 10. 000 Biaya Tenaga Kerja Rp 5. 000 Biaya Overhead Pabrik Rp 8, 000 Rp 23, 000 Jumlah biaya produksi yg dibebankan Dep A Rp 473. 000 Perhitungan biaya produksi per satuan yang ditambahkan Dalam Departemen B Unsur biaya produksi Total biaya Unit ekuivalensi Biaya produksi/ kg Tenaga kerja 270. 000 24. 000 + 6000 x 50%= 27. 000 10 Overhead pabrik 405. 000 24. 000 + 6000 x 50%= 27. 000 15 Total 675. 000 Rp 25 Harga pokok produk selesai yg ditransfer Departemen B ke Gudang Harga pokok dari Dep A 24. 000 x Rp 15 Rp 360. 000 Biaya yang ditambahkan oleh Dep B 24. 000 x Rp 25 Rp 600. 000 Total harga pokok produk jadi yang ditransfer Departemen B ke Gudang 24. 000 x Rp 40 Rp 960. 000 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir Harga pokok dari Dep A 6000 x Rp 15 Rp 90. 000 Biaya yg ditambahkan oleh Dep B Biaya Tenaga Kerja 50% x 6000 x 10 Rp 30. 000 Biaya Overhead Pabrik 50% x 6000 x 15 Rp 45. 000 Rp 75. 000 Total harga pokok persediaan produk dalam proses Dep B Rp 165. 000 Jumlah biaya produksi kumulatif Dep B bulan Januari Rp 1. 125. 000 Jurnal Ø Mencatat penerimaan produk dari Dep A BDP – BBB Dep B Rp 450. 000 BDP – BBB Dep A BDP – BTK Dep A BDP – BOP Dep A Ø Ø Mencatat biaya tenaga kerja BDP – BTK Dep B Gaji dan Upah Rp 270. 000 Mencatat Biaya overhead pabrik BDP – BOP Dep B Rp 405. 000 Berbagai rekening yg di kredit Rp 60. 000 Rp 150. 000 Rp 240. 000 Rp 270. 000 Rp 405. 000 Ø Ø Mencatat harga pokok produk jadi yg ditransfer gudang persediaan produk jadi Rp 960. 000 BDP – BBB Dep B BDP - BTK Dep B BDP – BOP Dep B oleh Dep B ke Rp 360. 000 Rp 240. 000 Rp 360. 000 Mencatat harga pokok persediaan produk dalam proses yg belum selesai diolah dalam Dep B Persediaan BDP Dep B Rp 165. 000 BDP – BBB Dep B Rp 90. 000 BDP – BTK Dep B Rp 30. 000 BDP – BOP Dep B Rp 45. 000 PT Beruang Madu Laporan Biaya Produksi. Departemen B Bulan Januari 2014 Data produksi Diterima dari departemen A 30. 000 kg Produk jadi ditransfer ke gudang 24. 000 kg Produk dalam proses akhir 6. 000 kg Jumlah produk yang dihasilkan 30. 000 kg Biaya kumulatif yang dibebankan departemen B dalam bulan Januari 2014 Total per. Kg Harga pokok dari Dep A Rp 450. 000 Rp 15 Biaya yang ditambahkan Dep B Biaya Tenaga Kerja Rp 270. 000 Rp 10 Biaya Overhead Pabrik Rp 405. 000 Rp 15 Jumlah biaya yg ditambahkan Dep. B Rp 675. 000 Rp 25 Total biaya kumulatif Dep B Rp 1. 125. 000 Rp 40 Perhitungan biaya Harga pokok produk jadi yg ditransfer ke gudang Rp 960. 000 24. 000 kg x Rp 40 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir Harga pokok dari Dep A 6000 x Rp 15 Rp 90. 000 biaya yg ditambahkan Dep B Biaya Tenaga Kerja Rp 30. 000 Biaya Overhead Pabrik Rp 45. 000 Rp 165. 000 Jumlah biaya produksi kumulatif yg dibebankan Dep B bulan Januari 2014 Rp 1. 125. 000 Latihan! 1. Jumlah yg dimasukkan dalam proses sebanyak 20. 000 unit, Produk jadi 15. 000 unit, persediaan produk dalam proses 5. 000 unit tingkat penyelesaian BBB 100%, BTK 75%, BOP 80%. Hitung Ekuivalensi untuk tiap unsur biaya produksi! PRODI AKUNTANSI – FE UNISKA SOAL UTS AKUNTANSI BIAYA Dosen Marhaendra Kusuma, Soal PT. MANISRENGGO adalah perusahaan manufaktur yang menggunakan metode harga pokok proses dalam melakukan pencatatan akuntansi. Data terkait produksi selama bulan Januari 2016 di dua departemen produksi sebagai berikut Departemen A Departemen B Unit masuk unit unit Unit selesai & ditransfer unit unit Unit dalam proses unit 100% Bahan BBL, 80%Bahan Penolong, 70% TKL 60% BOP unit 90% Bahan Penolong dan 50% Biaya Konversi Unit hilang akhir proses unit unit Biaya produksi yang dikeluarkan selama bulan ini Biaya Bahan Baku Rp - Biaya Bahan Penolong Rp Rp Biaya Tenaga Kerja Rp Rp Biaya Overhead Pabrik Rp Rp Jumlah Rp Rp Isilah dalam format seperti berikut ini Dep. 1 Dep. 2 1. Unit ekuivalen 2. Harga pokok produk yang selesai 3. Harga pokok produk yang masih dalam proses Jawaban 1. Departemen 1 Rumus Menghitung Unit Ekuivalen = Unit Selesai + unit dalam proses x tingkat penyelesaian + Unit Produk hilang Rumus menghitung Biaya Per Unit Ekuivaln = Total Biaya x Unit Ekuivalen Rumus harga pokok produk selesai sebelum penyesuaian produk hilang akhir proses = unit selesaia x biaya per unit ekuivalen. Rumus mencari harga pokok produk hilang = unit produk hilang x total biaya per unit ekuivalen Rumus mencari harga pokok produk setelah penyesuaian atas produk hilang = harga pokok sebelum penyesuaian + harga pokok produk hilang Rumus menghitung harga poko produk yang masih dalam proses = unit masih dalam proses x biaya per unit x tingkat penyelesaian 2. Jawaban Departemen 2 rumus dan cara seperti departemen 1 3. Laporan Biaya Produksi Laporan Biaya Produksi Departemen 1 Periode Yang berakhir Januari 2016 Unit masuk Dan Keluar Proses Unit masuk Unit selesai dan ditransfer ke gudang unit masih dalam proses unit hilang akhir proses Biaya produksi Total Biaya Biaya Per Unit Bahan Baku Bahan Penolong Biaya TKL BOP Biaya yang dipertanggung jawabkan Harga poko produk selsesai dep. 1 unit selesai biaya/ unit ekuivalen Harga pokok produk selesai harga pokok transferan dari Bahan Penolong Biaya TKL BOP harga pokok produk hilang harga pokok produk selesai setelah penyesuaian jumlah unit selesai harga pokok produk selesai per unit ekuivalen harga poko produk yang masih dalam proses di unit masih dalam proses biaya per unit ekuivalen tingkat penyelesaian harga pokok produk yang masih dalam proses Bahan Baku 100% Bahan Penolong 80% Biaya TKL 70% BOP 60% Harga poko produk selsesai dep. 1 harga poko produk yang masih dalam proses di PT. MANISRENGGO Laporan Biaya Produksi Departemen 2 Periode Yang berakhir Januari 2016 Unit masuk Dan Keluar Proses Unit masuk Unit selesai dan ditransfer ke gudang unit masih dalam proses unit hilang akhir proses Biaya produksi Total Biaya Biaya Per Unit harga pokok transferan dari Bahan Penolong Biaya TKL BOP Biaya yang dipertanggung jawabkan Harga poko produk selsesai dep. 1 unit selesai biaya/ unit ekuivalen Harga pokok produk selesai harga pokok transferan dari Bahan Penolong Biaya TKL BOP harga pokok produk hilang harga pokok produk selesai setelah penyesuaian jumlah unit selesai harga pokok produk selesai per unit ekuivalen harga poko produk yang masih dalam proses di unit masih dalam proses biaya per unit ekuivalen tingkat penyelesaian harga pokok produk yang masih dalam proses Bahan Baku 100% Bahan Penolong 90% Biaya TKL 50% BOP 50% Harga poko produk selsesai dep. 1 harga poko produk yang masih dalam proses di Thursday, April 2, 2020 Edit Contoh soal laporan biaya produksi metode rata-rata tertimbang seharusnya menjadi bagian dari sistem penentuan biaya berdasarkan proses atau process costing. Menghitung hpp dengan metode rata-rata tertimbang akan lebih cocok karena pajak yang dibayarkan semakin rendah. Contoh soal harga pokok proses dengan metode rata-rata bisa menjadi solusi bagi perusahaan agar menghindari pembayaran pajak yang tinggi. Harga pokok produksi 2 departemen metode rata-rata dimana perusahaan melakukan pembuatan produk secara terus menerus dan konsisten. Contoh soal akuntansi biaya metode rata-rata tidak akan terlepas dari adanya laporan biaya produksi per departemen yang terlibat dalam proses pembuatan barang perusahaan. Laporan kos produksi dengan metode rata-rata berbobot menjadi salah satu pilihan perusahaan. Contoh soal process costing 1 2 3 departemen selalu dimiliki oleh perusahaan dalam menciptakan sebuah produk. Laporan biaya produksi 2 departemen akan dilaporkan kepada manajemen guna efisiensi dalam penciptaan sebuah produk. Sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, sistem perhitungan biaya berdasarkan proses lanjutan biasanya 2 departemen akan memerlukan biaya konversi saja ya. Cara menghitung unit ekuivalen 2 dan 3 departemen akan membebankan total biaya untuk membuat sebuah produk ke sejumlah produk yang dibuat. Contoh Soal Laporan Biaya Produks Contoh Soal Laporan Biaya Produksi Metode Rata-Rata Tertimbang Contoh soal laporan biaya produksi metode rata-rata tertimbang terjadi pada PT Masraffi yang melakukan process costing 2 departemen melalui departemen sewing dan departemen finishing. Agar unit ekuivalen tiap biaya produksi dapat dialokasikan dengan jelas maka anda perlu mengetahui total biaya yang dipergunakan. Contoh soal harga pokok proses 2 dan 3 departemen bergantung pesananan yang dibutuhkan oleh pembeli. Sistem perhitungan biaya berdasarkan proses akan dipergunakan untuk membebankan seluruh alokasi biaya yang terjadi diperusahaan. Menghitung HPP dengan metode rata-rata tertimbang harus mengetahui total biaya yang terjadi baik itu biaya bahan, biaya tenaga kerja bahkan biaya overhead pabrik ya. Adapun rincian total biaya yang dipergunakan oleh perusahaan sebagai berikut ini. Baca Juga Contoh Soal Penjualan Konsinyasi dalam Kehidupan Sehari-Hari Contoh Soal Harga Pokok Produksi 2 Departemen Metode Rata-Rata Contoh soal harga pokok produksi 2 departemen metode rata-rata dapat terjadi ketika perusahaan telah melaksanakan kegiatan produksi sebelum itu. Persediaan dapat dihitung berdasarkan metode dan pencatatan sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan. Contoh soal harga pokok proses metode rata-rata dapat terjadi ketika perusahaan mampu menghitung total biaya proses pada departemen selanjutnya ya. Sistem penentuan biaya berdasarkan proses akan dilakukan pada akhir periode akuntansi. Contoh laporan biaya produksi 2 departemen dapat dicari terlebih dahulu pada departemen sewing. Biaya akan diakumulasikan per departemen dan membagi total biaya ke setiap departemen yang terlibat dalam proses pembuatan produk. Contoh soal laporan biaya produksi metode rata-rata tertimbang 2 departemen harus dilakukan pada departemen terakhir. Adapun cara membuat laporan biaya produksi sebagai berikut ini ya. Baca Juga Contoh Soal Harga Pokok Pesanan 2 Departemen Cara Menghitung Unit Ekuivalen 2 Departemen Metode Rata-rata Cara menghitung unit ekuivalen 2 departemen metode rata-rata pada dasarnya sama di sistem penentuan biaya berdasarkan prosess. Contoh soal process costing 1 dan 3 departemen dapat dijawab dengan langkah sebagai berikut ini. Baca Juga Contoh Soal dan Jawaban Metode Harga Pokok Pesanan Full Costing Demikianlah Contoh Soal Laporan Biaya Produksi Metode Rata-Rata Tertimbang semoga anda paham dengan penjelasan saya ya.